27 March 2012

Wall Street - Tempat Kursus Orang Berduit

Belakangan, saya kepengen daftar kursus Bahasa Inggris lagi karena merasa Bahasa Inggris saya masih acak adul. Malu dong, udah gede gini kalah sama anak SD jaman sekarang yang udah bisa cas cis cus ngomong linggis, eh... Inggris. Selain untuk meningkatkan kemampuan berbicara, saya berencana ikut kursus untuk persiapan tes IELTS. 

Setelah browsing informasi di beberapa web, saya tertarik dengan salah satu lembaga kursus yang namanya Wall Street Institut, atau biasa disingkat WSI --> Cekidot gan! 


Untuk lebih detilnya, saya request info tentang WSI dengan mengisi form online di website. Selang beberapa hari, ada salah seorang dari bagian marketing mereka yang menghubungi saya. Orang ini yang kemudian memberi saya gambaran-gambaran mengenai kursus di WSI. 

Lewat marketer tersebut, banyak promosi yang ditawarkan oleh WSI. Pertanyaan pertama waktu itu - tentu bisa langsung ditebak - berapa rate kursus Bahasa Inggris disana? Sayang, marketer tersebut tidak bersedia memberikan info seputar harga. Karena penasaran, akhirnya saya memutuskan untuk mendatangi langsung salah satu cabang WSI di Central Park.

Singkat cerita, kesan pertama masuk disana, cukup impressive! Semua orang berkomunikasi dengan Bahasa Inggris. Murid ke sesama murid,  murid dengan gurunya, bahkan dengan pegawai di bagian front office kita harus berbahasa Inggris. Secara umum, WSI memiliki atmosfer yang sangat suportif untuk belajar Bahasa Inggris. Sampai disini, satu poin plus untuk WSI.

Lanjut, saya dipertemukan dengan salah seorang konsultan untuk mendiskusikan study plan saya di WSI. Konsultan tersebut menanyakan cukup banyak pertanyaan di awal diskusi, diantaranya motif saya untuk daftar kursus lagi. Kurang lebih begini,
K : Bu Evi, kalau boleh tahu mengapa Anda berminat kursus Bahasa Inggris lagi?
(Wah sialan dipanggil Ibu, emang tampang ane udah kayak emak-emak apa?)
E : Mas, tolong panggil Evi aja. Hmmm....Bahasa Inggris saya nih masih acak adul Mas... Masih payah terutama speaking sama listening. Makanya saya mau belajar lagi.
K : Ok... Terus kalau boleh tahu kenapa Bu Evi memilih belajar di WSI?
(Jiaaahh...nasib! emang dasar udah tampang emak-emak kali ya?)
E : Karena paling deket sama kos saya Mas. Maaf, tolong panggil Evi aja...
K : Oh maaf... Iya Mbak Evi. Kalau begitu, boleh saya jelaskan dulu ..........bla bla bla
Diskusi dilanjutkan dengan penjelasan dari Konsultan tersebut seputar WSI, seperti metode belajar yang digunakan, fasilitas-fasilitas yang diterima oleh murid-murid WSI, tahapan belajar di WSI, dll. Setelah mendengar penjelasan yang panjang lebar, tanpa babibu lagi pertanyaan yang saya ajukan waktu itu,
E : Berapa biayanya, Mas?
K : Sebentar... menurut Mba Evi, apa dengan metode belajar yang kami tawarkan tadi bisa meningkatkan kemampuan berbahasa inggris Mba?
E : (Setengah bingung, orang ditanya malah balik nanya!) Eh... ya mudah-mudahan bisa Mas. Metodenya bagus kok, apalagi fasilitas yang ditawarkan bisa diakses tiap hari.
K : Kalau begitu, silahkan ikut placement test dulu di lab kami, gratis kok.
E : (Bengong...) Loh loh Mas, pertanyaan saya tadi gimana?
K : Mba Evi ikut placement test aja dulu, biar lebih jelas nanti kalau sudah lihat hasilnya.
E : (Mulai gemesss...) Kenapa harus placement test? Memang harga per levelnya beda ya, Mas?
K : Nggak sih Mba... percuma aja nanti saya jelasin panjang lebar kalau liat harganya udah mental duluan, padahal belum tau kualitas kami seperti apa.
(Jegeeerrr... Perasaan seketika jadi nggak enak. Ini tempat kursus pasti mahal! Suram...)
Dengan sangat tidak bersemangat, akhirnya saya ikut placement test. Ada tiga part yang harus saya kerjakan dalam tes. Yang pertama adalah Listening, diikuti mengerjakan soal-soal grammar dan bacaan (Reading). Tesnya computer based, jadi tidak ada Speaking dan Writing. Hasilnya, saya masuk di kelas Upper Waystage 3, selangkah lagi menuju kelas Threshold. 


Hasil Placement Test : Masuk Kelas Upper Waystage 3

Setelah hasil placement test keluar, diskusi dilanjutkan. Kali ini, Konsultan datang dengan membawa Personal Course Plan dan bersedia memberi info tentang harga. Di WSI, sistem pembelajaran yang ditawarkan menggunakan sistem paketan. Kita tidak bisa hanya mengambil satu level saja. Sependek ingatan saya, minimal kita harus mengambil empat level sekaligus. Maka untuk kasus saya sendiri, saya harus mengambil kelas Upper Waystage 3, Threshold 1, Threshold 2, dan Threshold 3.


Ketika Konsultan memberitahukan berapa jumlah yang harus dibayar untuk empat level tersebut, seketika saya pusing!



Rate dan Jenjang Kursus Bahasa Inggris di WSI



























Kurang Jelas? Lihat rincian rate kursus di bawah ini!


Rincian Rate Kursus Bahasa Inggris di WSI Central Park

Percayakah kalian bahwa pendidikan di Indonesia mahal harganya? Sekarang saya percaya!


Ukuran mahal tentu bersifat subjektif, berbeda-beda bagi tiap orang. Mahal bagi Si A belum tentu mahal bagi Si B. Tetapi dalam hal ini, rate seperti di atas menurut saya tergolong "mahal". Ini hanya pendapat pribadi saya, mohon dicatat.  Meskipun dengan fasilitas secanggih dan semodern yang telah disebutkan, juga metode pembelajaran yang sangat bagus sekalipun, seharusnya tidak perlu semahal itu. It doesn't make any sense!


Saya mungkin bisa membayar biaya kursus sebanyak itu. Hanya saja - sependek pemahaman saya - itu tidak wajar. Tidak masuk akal dan tidak bijak, setidaknya bagi saya sendiri. Oleh karenanya, saya putuskan untuk mencari tempat kursus lain yang relatif lebih murah.


Saya disini bukannya ingin mendiskreditkan WSI, karena faktanya saya akui WSI memang bagus. Apalagi WSI memberikan guaranteed result atau jaminan bagi semua muridnya. Bila kemampuan tidak meningkat, uang kembali. Maksud saya dengan tulisan ini, saya hanya ingin memberikan gambaran informasi terutama berapa besar biaya kursus di WSI - yang notabene susah didapat. Barangkali ada yang kesulitan mendapatkan informasi, seperti yang pernah saya alami.


Tapi lagi-lagi, kalau Anda punya banyak duit, tidak ada salahnya Anda mengambil kelas kursus di WSI. Harga memang umumnya berbanding lurus dengan kualitas. Istilah bekennya, no pain no gain!