27 March 2012

Wall Street - Tempat Kursus Orang Berduit

Belakangan, saya kepengen daftar kursus Bahasa Inggris lagi karena merasa Bahasa Inggris saya masih acak adul. Malu dong, udah gede gini kalah sama anak SD jaman sekarang yang udah bisa cas cis cus ngomong linggis, eh... Inggris. Selain untuk meningkatkan kemampuan berbicara, saya berencana ikut kursus untuk persiapan tes IELTS. 

Setelah browsing informasi di beberapa web, saya tertarik dengan salah satu lembaga kursus yang namanya Wall Street Institut, atau biasa disingkat WSI --> Cekidot gan! 


19 March 2012

Blog (Oh...ini blog ya?)

Jadi, kadang-kadang aku bingung sendiri sama blog ini. Isinya ngaco. Kalau minjem istilahnya para penyanyi, nggak punya 'soul' - aish!

Satu ketika, aku tertarik membaca kembali isi blog ini. Setelah dibaca-baca lagi, satu kesimpulan aja, blog ini nggak jelas temanya. Arahnya kemana, apa yang dibahas, manfaatnya apa, nggak jelas blas. Kebanyakan sih malah jadi tempat nyampah (Nah...akhirnya ketemu temanya -tempat sampah- ckckck, ngelus dada!).

Susah juga ya kalau orang yang 'nggak pinter' nulis (udah gitu males pula) sok-sokan nulis blog hehehe. Eh tapi si penulis blog ini berharap lho... smoga ke depannya bisa bikin tulisan yang lebih baik dan bermanfaat bagi pembaca semua. Amiiiin...... :)

28 February 2012

Desperate Mary

Mary is drowning in her super tedious life. She has been thinking about something that could change her life. Something extraordinary that would make her feel special. Apparently, it leads her to make some changes on an unexpected object. Her hair.

“Make it Red!” she said to the Stylist.

“Are you sure?” the Stylist seems a little bit worried because Mary has literally a dark hair color. “There is another option, if you care to consider. Light brown would seem flawless on you”.

“No no no no... I have tried that one, so boring!”

Is it just me, or Mary is being really really desperate right now, that she force the Stylist to dye her hair in- wait, Red? A couple seconds then,

19 January 2012

Posting Gaje (Gak Jelas)

Beberapa hari terakhir terasa aneh, saya jadi gila kerja. Jadi heran obat doping macam apa yang mungkin tak sengaja masuk ke badan saya, rasanya semua pekerjaan ingin diselesaikan cepat-cepat.  Biarpun begitu, kenapa ya pekerjaan seperti ngga ada selesai-selesainya? Andai saja satu hari itu lamanya 48 jam. Walaupun punya jurus seribu bayangan seperti Naruto - karakter utama di film favorit saya (ketika jamannya gila jepang-jepangan) - yang bisa menggandakan diri, rasanya ngga akan selesai juga. Karena begitu satu pekerjaan selesai, datanglah yang lainnya. Mati satu tumbuh sejuta. Hmmm... Jangan lebay ah!

Tapi sungguh, belakangan ini makin menggila rasanya. Misalnya saja tadi malam, melek sampai pagi hari alias begadang (minjam istilahnya Bang Rhoma). Berkat nyeruput satu cangkir kopi, alhasil sukses melek sampai jam 5 pagi ngerjain proposal. Huah!